Selasa, 29 Mei 2012

Gunung Ranai, Kokoh penuh Misteri.

halow, udah lame ye ndak posting agek. maklum jadi mahasiswa ni sedikit sibuk lah. nak ngenet pun tak sempat. hehehe. kali ni saye nak posting tentang Gunung Ranai ye. ade yang tak tau? atau belum pernah liat gunung Ranai? epak ui. parah nu? ndok koh beso mende e? :D

oke, ni saye terangkan sedikit ye.
sedikiiiiiiiiit aje..... B)

Gunung Ranai dari Pantai Kencana



Gunung Ranai terletak di Pulau Bunguran Besar, terdiri dari tiga puncak, yaitu Puncak Datuk Panglima Husin, Puncak Srindit, dan Puncak Erik Samali. Gunung Ranai tidak terlalu tinggi, hanya sekitar 1.035 m diatas permukaan laut, ya mungkin bagi para pecinta alam yang suke naik gunung bakal cengengesan aje dengar tinggi gunung ini, tapi....... cube dulu didaki ye.... :D

Walau gunung ini tergolong tidak tinggi, tapi karena posisinya berada di tengah laut maka hempasan angin sangat kuat, terasa melebihi ketika mendaki gunung diatas 3.000 meter. Belum lagi kabut tebal dan angin dahsyat menerjang gunung Ranai, maka pendaki harus waspada dan mempersiapkan tenda untuk menginap. Gawat dan penuh tantangan.

Konon cerita dari masarakat disana bahwa Gunung Ranai terdapat kehidupan Alam Gaib yang sangat mistis bahkan hingga kini masih terselimut rapi di balik Gunung Ranai Yang diyakini Penduduk sana tempat tinggal Makluk Halus. Demikian Di Ceritakan H .Die warga Darat Ranai keseharian Bapak Paruh Baya itu saat dijumpai media ini usai mengajar Ngaji anak penduduk tinggal di kaki gunung.

Beliau menuturkan, bahwa zaman duhulu banyak manusia alam nyata yang mampu berkomunikasi (Gaib) dengan mereka, bahkan dikala masarakat ada hajatan Pernikahan melalui juru kunci masarakat natuna dapat meminjam alat keperluan Pernikahan seperti Piring,Gelas,dan bermacam ragam lainnya. Dia menceritakan Kehidupan gaib sama dengan kita mereka punya kehidupan disana kalayaknya manusia bahkan mereka lebih canggih dari manusia sediakalanya.Imbuh H Die. 

Yang sanggat menjadi fenomenal disini bahwa ada orang yang pernah belanja mobil Dum truk dengan jumlah yang besar ke Deler Dikalimantan sanggking banyaknya Mobil tersebut dianggkut mengunakan Kapal Tongkang. Saat bersamaan dalam tempo sebulan pasca Diler Mobil telah melayani partai besar, kini giliran Penduduk Ranai yang juga belanja mobil di tempat yang sama di Kalimantan, pemilik diler Mobil menuturkan ada orang natuna sanggat kaya sebulan yang lewat orang itu belanja Mobil dengan partai besar sontak terkejut bertutur “saya belum pernah melihat orang natuna membeli Mobil partai besar".
Dari sekelumit cerita tersebut udah diyakini bahwa orang bedung lah yang membelinya terkadang ini tidak bisa diterima oleh akal sehat tetapi ini Nyata,Ujar H.Die menjelaskan.

Sementara juga pernah tersiar kabar disaaat Latihan Defence Cooperation Agreement (DCA) serta Kunjungan Panglima Jendral Sutanto ke Natuna berapa tahun lalu (ite masih kecik yau) ada sebuah Fenomenal yang terjadi di Natuna dari pantauan Udara mengunakan Pesawat menyebutkan dari udara Alam Natuna sanggat dipenuhi rumah Penduduk. Tetapi yang sanggat terkejut disaat mendarat di Bandara Auri Ranai Sejumlah Petinggi Panglima yang dalam rencana meninjau Lokasi latihan Militer DCA seakan mimpi saat melihat dari udara bangunan serta jumlah rumah penduduk tidak tampak pemukiman disana melainkan Pepohonan serta kelapa.Ujar H.Die. Masyarakat Natuna menyebutnya (Orang Bedung Gaib,Red).

Banyak juga cerita2 lain tentang gunung tertinggi di Kabupaten Natuna ini, saya sendiri pun sudah mendengar langsung dari juru kunci gunung ini saat kami mendaki puncak Srindit pada tahun 2008 lalu bersama rombongan Natuna TV, beliau berkata Gunung ini memiliki "tentara" yang tak terlihat dengan gudang senjata yang lengkap, posisinya berada di "punggung" gunung.

Aku dan rekan2 Natuna TV


berfoto bersama juru kunci Gunung Ranai

Air Terjun Gunung Ranai, terdapat di kaki Gunung


Dia juga pernah menceritakan tentang sekelompok rombongan yang di sewa pemda utk mengibarkan bendera pada saat 17 agustus di puncak gunung tersebut, awalnya beliau menyanyakan pada sala seorang wanita pendaki tentang kesanggupannya, lalu di jawab oleh wanita tersebut dengan santai, mungkin seperti ini lah kata-katanya "eleh pak, ini gunung tingginya aja gak sampe 1 km, gunung2 di Jawa sana 3 km aja saya taklukkan pak". sang Juru Kunci hanya tersnyum mendengarnya. dan alhasil, baru setengah perjalanan si pendaki wanita ini sudah tidak sanggup lagi untuk melanjutkan. wawww...???!!! belum lagi saat pulang salah satu dari temen mera tersesat, dan banyak lagi cerita2 tentang gunung ini.



Gunung Ranai dari Puak

Gunung Ranai dari kejauhan, masyarakat Natuna yang sebagian besar berfrofesi sbg nelayan mampu membaca tanda2 alam sebelum pergi melaut, seperti gambar diatas, bila mereka melihat puncak gunung tertutup awan, maka mereka mengurung niat utk pergi melaut, mereka meyakini bahwa alam tidak bersahabat saat itu, hujan lebat, angin kencang dan gelombang besar. Wallahu a'lam.

Gunung Ranai dari Bandara

Gunung Ranai dari Pantai Tanjung "Teluk Selahang"


lah lok ye, andek ni lanjut lak. :D


refrensi : kompasiana.com

Senin, 28 November 2011

Midai Part 2

hai hai hai......
temu agek ye...kali ni kite posting tentang Pulau Midai agek oke,..maklum raye kemarin saye di Midai, jadi s4 foto2 sikit...hehee.. oke..
yuuukk....

Pulau Midai kini mempunyai jumlah penduduk + 5.031 jiwa dengan kepadatan penduduk 100,62 jiwa/km2. Wilayah ini dipimpin oleh seorang camat dan sebagian besar mata pencaharian penduduknya adalah nelayan, hmmmm meskipun kecil, pulau ini dikenal sebagai salah satu daerah penghasil cengkeh di Kabupaten Natuna.:D



monggo liat gambar'e... :D
sunset in Midai.. dr pelabuhan baru



Kapal perintis, salah satu akses ke pulau Midai














Pulau Midai dri kejauhan

Kata org ini adl tempat ibadah (Masjid) tertua di Midai, dulu daerah ini menjadi pusat perdagangan, letkanya di Sebelat Laut kalo ndak slh...hhe






okey..lah lok ye..nantek lanjut lak...trimss....

other refrens :
budakbaong07.multiply.com


Sumber asli: http://natuna.org/pulau-midai.html
Copyright 2010-2011 http://natuna.org. Under DMCA Licence

Rabu, 19 Oktober 2011

Profil Block Natuna

oi lame ye tak muncul2..??
maklum lah.. agek kuliah cuy..... hehehehee

nia ade artikle dr tribunnews.....
monggo... :D


NATUNA...................
Membicarakan Natuna akan terpikir sebuah kabupaten yang terdiri dari ribuan pulau terletak di ujung utara Indonesia dengan jarak lebih dari 1.250 km dari Jakarta.

Selain banyak pantai dan pulau masih "perawan" Natuna juga super kaya dengan kandungan gas maupun minyak bumi. Terasa tak lengkap jika membicarakan Natuna tanpa kandungan alam gas alam yang disebutkan oleh para ahli, memiliki cadangan terbesar di dunia.

Yaitu Blok Natuna D-Alpha merupakan  blok gas dan minyak  yang menyimpan sekitar 500 juta barel. Total potensi gas diperkirakan mencapai 222 triliun kaki kubik, dan inilah cadangan terbesar di dunia yang tidak akan habis dieksplorasi 30 tahun ke depan.

Potensi gas yang recoverable sebesar 46 tcf (46,000 bcf) atau setara dengan 8,383 miliar barel minyak (1 boe, barel oil equivalent = 5.487 cf ).

Dengan potensi sebesar itu, dan asumsi harga rata-rata minyak US$ 75 / barel selama periode eksploitasi, nilai potensi ekonomi gas Natura adalah US$ 628,725 miliar atau sekitar Rp 6.287,25 triliun (kurs US$/Rp = Rp 10.000).  Bandingkan dengan APBN 2010 yang hanya Rp 1.047,7 triliun.

Terhitung 2 November 2010 hingga 2 Maret 2011, Premier Oil bakal mendeteksi kandungan minyak dan gas di kawasan Blok D Alpa Natuna.

Premier Oil perusahaan pengeboran minyak dan gas yang berkantor pusat di Inggris itu bakal melakukan pengeboran selama 30 tahun sesuai dengan kontrak kerja dengan pemerintah Indonesia kerja  tahun 2007.

Pelaksanaannya secara bertahap,  masa penjajakan potensi 10 tahun jika tidak menemukan potensi Migas yang bernilai ekonomis, maka pengeboran dihentikan.

Goverment Affairs, Manager PT Premier Oil, Nina Marlina menjelaskan,  butuh waktu hingga 2 Maret 2011 untuk mendeteksi kandungan Migas Blok yang berada di utara laut Natuna. Hal itu dia paparkan di aula kantor bupati Natuna di Ranai beberapa waktu lalu.

Saat itu, Nina hadir juga Kepala Humas dan Hubungan Kelembagaan, Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan gas (BP.Migas), Elan Biantoro bersama jajaran Kontraktor Premier Oil.

Terkait hal itu, guna menunjang pelaksanaan proses eksploitasi, Premier Oil meminta kepada pemerintah Natuna untuk menyiapkan kelengkapan. Misalnya kantor Bea Cukai, Sah Bandar, Petugas Karantina dan Imigrasi, karena awal November ini kapal-kapal pembawa logistik dan lain nya mulai beroperasi di Natuna.

Senin, 04 Juli 2011

Natuna, Sumber Gas TERBESAR di Dunia (part II)

Kilang LNG di Pulau Natuna
Aliran lepas pantai yang kaya hidrokarbon ini akan disalurkan melalui pipa ke kilang LNG yang akan dibangun di ujung utara Pulau Natuna, aliran gas yang ditampung di sini akan dimurnikan lebih lanjut untuk menyingkirkan sisa CO2 dan H2 S sebelum metana dicairkan menjadi LNG. Pulau Natuna yang berukuran panjang kira-kira 65 kilometer dan lebar kira-kira 45 kilometer. Lokasi di bagian utara dipilih dari beberapa lokasi yang memungkinkan di beberapa tempat di pulau itu. Alasan utamanya karena lokasi ini terletak dekat pada tempat pipa mencapai daratan, di mana terdapat tanah lapang yang relatif rata dan cukup padat, terbuka untuk pelayaran, dan juga dengan jumlah penduduk yang relatif sedikit.
Keahlian teknis dan operasional Pertamina yang telah demikian luas dalam proses pencairan gas alam akan dimanfaatkan semaksimal mungkin dalam merancang kilang LNG Pulau Natuna. Di daratan pada mulanya gas akan diolah untuk pembuangan sisa CO2 dan H2 S, proses FLEXSORB/PS milik Exxon akan digunakan pada tahap awal ini. Gas limbah ini dimampatkan untuk disalurkan melalui pipa ke daerah aquifer lepas pantai, lalu diinjeksikan ke dalamnya bersama dengan bagian terbesar gas limbah yang telah dipisahkan terlebih dahulu di lepas pantai. Sisa gas hidrokarbon akan didehidrasikan untuk mengurangi kadar airnya sampai tingkat yang sesuai untuk pencairan gas, proses pencairan akan mengubah gas menjadi cairan dingin(-162o C) untuk ditampung pada tekanan atmosfir. Sistim multi komponen maupun sistim pendinginan propan akan digunakan kedua-duanya dalam proses pencairan. Ukuran train LNG akan mirip dengan yang kini beroperasi di Bontang untuk mengoptimalkan produksi LNG dan agar dapat disesuaikan dengan kemungkinan tambahan produksi dari anjungan pemurnian gas lepas pantai. Train pencairan baru dapat ditambahkan untuk memenuhi komitmen penjualan gas. Kilang LNG ini akan dirancang untuk mencapai efesiensi termal tinggi dengan menggunakan unit peralatan yang dapat menangkap dan memanfaatkan kembali panas dan uap buangan. Tangki-tangki yang telah diisolasikan akan menampung cairan itu sebelum dimuat ke kapal tanker. LNG merupakan bahan bakar hidrokarbon yang paling bersih, suatu sumber energi yang menghasilkan gas emisi rumah kaca (green house gas) yang paling rendah dan juga limbah sisa dan partikel-partikel sampingan yang dapat diabaikan. LNG Natuna akan memberikan segala manfaat bahan bakar yang serasi dengan lingkungan hidup. Seluruh operasi Natuna disesuaikan dengan persyaratan pembeli untuk memperoleh bahan bakar bersih. Gas limbah yang dihasilkan akan dikumpulkan di daratan dan lepas pantai untuk kemudian dibuang dengan cara yang dapat dipertanggungjawabkan dari segi lingkungan hidup. Pada awal operasi normal proses pemurnian bertahap ini akan menyisakan hanya sebagian kecil gas limbah dalam aliran untuk pembakaran, demikian juga di dalam bahan bakar gas di lepas pantai maupun di daratan.
Gas limbah yang dihasilkan akan disalurkan melalui pipa ke anjungan-anjungan injeksi aquifer, di tempat tersebut gas limbah ini akan diinjeksikan ke dalam tanah formasi karbonat yang mempunyai ruang tampung 40 kali lebih besar dari pada ukuran reservoar produksi Natuna. Hampir semua gas limbah yang dihasilkan akan dibuang untuk selamanya ke dalam aquifer-aquifer raksasa tersebut di bawah tanah. 

Proses pembuangan gas limbah
Pembuangan gas limbah di bawah tanah adalah suatu teknologi yang telah terbukti dan telah diterapkan di dalam industri gas di seluruh dunia. Sejak tahun 1946, hampir 100 proyek penimbunan telah dibangun dan digunakan di Amerika Serikat, Canada, Jerman, Perancis, Italia, Arab Saudi dan negara lain. Pengkajian geologi, geofisika dan rekayasa reservoar secara rinci telah dilakukan. Usaha ini telah merumuskan sifat-sifat aquifer, yang akan mengontrol daya injeksi sumur dan juga kekhasan dari tempat penimbunan gas limbah tersebut. Sumur-sumur tambahan akan dibangun selama tahap perekayasaan di sekitar anjungan-anjungan injeksi yang direncanakan untuk memastikan sifat-sifat aquifer di daerah tersebut. Penginjeksian gas ke dalam aquifer adalah sesuatu yang telah cukup dipahami dan biasa dilakukan. Di Natuna, gas limbah akan diinjeksi ke dalam aquifer dalam bentuk cair superkritis(memiliki kerapatan cairan dengan sifat menyebar dari gas) pada tekanan injeksi awal di kepala sumur sebesar 23.000 kPa (3.336 psi). Selama proses ini tekanan di dalam aquifer secara menyeluruh akan bertambah, tetapi gas tidak akan terlalu jauh dari tempat penginjeksian. Bagian terbesar dari gas itu akan berada dekat lubang-lubang sumur injeksi. Karena kerapatan gas kurang dari air, dalam jangka sekian tahun, gas akan naik ke dalam aquifer. Namun kebanyakan dari gas itu akan tetap \x{201C}terperangkap\x{201D} dalam rongga pori batuan dan tidak mampu bergerak lagi. Ini dikenal sebagai sisa gas yang jenuh. Dengan berlanjutnya injeksi gas maka lebih banyak gas akan terperangkap dalam pori-pori tersebut. Sebagian dari gas yang tidak terperangkap akan terus bergerak ke atas. 

Jadwal
Untuk suksesnya pegembangan proyek Natuna yang demikian besar dan kompleks ini, diperlukan penjadwalan terencana yang diterapkan secara seksama. Pada saat ini diperkirakan, bahwa pemasokan LNG dari pelabuhan laut Natuna dapat mulai dilaksanakan 8 tahun setelah permulaan proyek. Pekerjaan yang telah direncanakan selama ini meliputi usaha memperoleh dan mengolah data seismik, pegeboran sumur-sumur kajian, dan simulasi komputer paling canggih untuk menganalisa keadaan reservoar produksi dan aquifer pembuangan CO2. Pengkajian rekayasa dan laboratorium secara rinci, seperti yang diperlukan untuk permurnian gas dan pemecahan CO2 telah diselesaikan dan hasilnya menegaskan bahwa konsep pembangunan yang diusulkan ini laik secara teknis dan merupakan yang paling ekonomis untuk dilaksanakan dibanding dengan pilihan-pilihan lain.
Banyak kegiatan-kegiatan yang saling berkaitan menentukan sekali untuk memajukan proyek ini. Termasuk persetujuan mengenai suatu surat kesepakatan tertulis untuk merealisasikan proyek dan kemudian mencapai perjanjian dengan pihak pembeli-pembeli LNG, pendanaan kilang LNG serta penyelesaian kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan perekayasaan proyek. 

sumber : Elektro Indonesia 5/1996
revisi terakhir : 22 November 2004 

energi - http://www.energi.lipi.go.id 

Natuna Sumber Gas Terbesar di Dunia
Exxon Corp. (Exxon Corp.)
   

Natuna, Sumber Gas TERBESAR di Dunia

hmmm....
oi Bujang2 n Dare2 Natuna....lah lame tak posting ni ye.. kali ni saye nak posting agek...bukan gambar bukan ape.... tapi tentang sumber daya alam yang Allah karuniakan utk negeri kite ni.. Gas Alam.. ye Gas Alam.. menurut artikel yg akan saye posting ni... Ladang Gas Natuna merupakan ladang Gas TERBESAR di Dunia. wau. dahsyatkan sangat tak tu..? bagi sebagian org yang tw tentang Minyak dan Gas di Natuna dulu ada di daerah Anambas. tapi kan sekarang Anambas lah jadi Kabupaten sendiri.. jadi tak ade lagi Ladang Migas yang "asli" Natuna.. nah artikel ni menjawab hal itu..

jadi utk kawan2 yang agek skolah,. saye harap betul klo kuliah tu ambil jurusan yg kire2 prospek utk di Natuna. ye macam jurusan Teknik salah satunye. banyak toh jurusan Teknik, contohnye Teknik Perminyakan yg langsung bersangkutan dg artikel yag nak saye posting ni... sayang kan kalo Sumber Daya Alam daerah kite sendiri tapi di kelola oleh org luar Natuna... ironis agek oleh org luar negeri.... ouucchh..!!!!
sipp yang penting semangat..!!!

let's CEKIDOT the artikel...!!!!!!!!!

Pendahuluan
Lapangan gas Natuna, yang ditemukan pada tahun 1973, terletak di laut Natuna kira-kira 225 km sebelah timur laut dari Pulau Natuna pada kedalaman laut 145 meter. Pulau Natuna terletak 600 km sebelah timur laut Singapura dan 1100 km sebelah Utara Jakarta. Reservoar bersangkutan diperkirakan mengandung cadangan hidrokarbon yang dapat dihasilkan kira-kira sebanyak 45 triliun kaki kubik atau 1.270 miliar meter kubik. Jumlah volume gas dalam reservoar, termasuk karbondioksida yang merupakan 71�ari volume keseluruhan, diperkirakan sebanyak 210 triliun kaki atau 6000 miliar meter kubik.
Suatu proyek LNG sedang direncanakan untuk lapangan gas Natuna, yang akan memproduksi dan memurnikan gas di lepas pantai dan mencairkannya di Pulau Natuna. LNG yang dihasilkan akan dipasok kepada pembeli di Jepang (jarak 4700 km), Korea Selatan (4000 km) dan Taiwan (2400 km). Kilang LNG di Pulau Natuna ini merupakan kilang ke tiga yang dimiliki Indonesia setelah di Arun dan Bontang. Sumber gas di Natuna merupakan salah satu sumber gas terbesar di dunia, ditinjau dari sudut volume gas yang ada di tempat maupun dari sudut volume hidrokarbon. Dan sumber gas Natuna sanggup menunjang komitmen berskala besar dan berjangka panjang. 

Konsep Pengembangan
Untuk pengembangan Natuna memerlukan tiga aktivitas yang sangat terpadu : produksi dan pemurnian gas di lepas pantai, permurnian gas dan produksi LNG di darat, dan pembuangan gas limbah ke dalam tanah ke dalam suatu aquifer berporositas tinggi. Di lepas pantai gas akan di produksi dari resevoar Natuna yang berukuran sangat besar dan berkwalitas tinggi. Gas yang dihasilkan akan dipisahkan berdasarkan metode cryogenic menjadi gas komersial (terutama metana) dan gas limbah (terutama karbon dioksida). Instalasi lepas pantai akan meliputi anjungan-anjungan pengeboran dan tempat tinggal. Gas hidrokarbon akan disalurkan melalui pipa sepanjang 225 km ke Pulau Natuna untuk diolah lebih lanjut kemudian dicairkan menjadi LNG. Gas limbah dari lepas pantai maupun dari darat akan disalurkan melalui pipa ke anjungan-anjungan injeksi yang terletak di atas aquifer karbonat bermutu tinggi yang sangat luas. Di sana gas akan diinjeksi ke dalam aquifer dan dibuang untuk selamanya, dengan mengunakan teknik injeksi gas yang telah teruji. Tantangan teknis utama di Natuna yang telah ditanggulangi adalah penanganan gas limbah dan gas komersial dalam jumlah sangat besar dengan cara yang tepat biaya. Suatu penyelesaian tepat guna telah ditemukan, yang meskipun memerlukan teknologi canggih, tetapi telah terbukti dan memang kini telah diterapkan. Suatu unsur penting dalam konsep Natuna ialah untuk pengembangan produksi, pemurnian serta pembangunan instalasi LNG secara bertahap.
Lapangan gas Natuna adalah suatu karbonat berbentuk kubah di daerah Kontrak Bagi Hasil Blok D-Alpha, yang dioperasikan oleh Esso. Lapangan yang sangat luas ini panjangnya 25 kilometer dan lebar 15 kilometer. Luas daerah berpotensi produksi struktur ini adalah kira-kira 320 kilometer persegi dengan puncak reservoar kira-kira 2600 meter di bawah permukaan laut dan lapis temu gas-air kira-kira 4300 meter di bawah dasar laut. Formasi terumbu yang mengandung gas ini terdiri dari karbonat berumur Miosin Tengah dan Miosin Atas yang tebalnya lebih dari 1550 meter di bagian tengahnya. Tingginya produktivitas reservoar Natuna telah dibuktikan oleh analisa sebanyak 15 uji coba produksi pada lima sumur eksplorasi di lapangan tersebut. Kebenarannya telah dikonfirmasikan berdasarkan analisa data seismik dan petrofisik secara mendalam. Kira-kira 1000 km seismik telah dilaksanakan di daerah reservoar Natuna. Contoh gas yang diperoleh dari Natuna menunjukkan komposisi rata-rata : 71 2, 28�etana dan hidrokarbon yang lebih berat, 0,5�2 S dan sekitar 0,5�2. Uji coba sumur hanya menunjukkan variasi kecil saja pada komposisi gas, secara horizontal maupun vertikal. Jumlah volume gas di dalam reservoar Natuna, termasuk CO2 dan gas buangan lainnya, diperkirakan sebanyak 210 triliun kaki kubik (6000 miliar meter kubik), terdiri dari 60 triliun kaki kubik hidrokarbon dan 150 triliun kaki kubik karbon dioksida serta gas limbah lainnya. Cadangan hidrokarbon yang dapat diproduksi adalah sekitar 75�ari keseluruhan atau 45 triliun kaki kubik (1270 miliar meter kubik).
Konsep bertahap akan diterapkan pada pengembangan lapangan lepas pantai. Besarnya masing-masing unit ditentukan berdasarkan pertimbangan teknis maupun ekonomis, dan jumlah unit berdasarkan pada kriteria pasar dan ekonomi. Tiap satuan tambahan dari kapasitas lepas pantai akan menghasilkan gas sekitar 400 juta kaki kubik hidrokarbon per hari. Untuk tahap awal instalasi lepas pantai akan dipasang untuk memasok sekurang-kurangnya 800 juta kaki kubik hidrokarbon komersial per hari yang akan diproses menjadi 4,8 juta ton LNG tiap tahunnya.
Instalasi lepas pantai yang akan dibangun di atas kerangka tiang baja akan meliputi: anjungan-anjungan pengeboran dengan fasilitas untuk memproduksi gas, anjungan-anjungan tempat tinggal untuk karyawan operasi, anjungan-anjungan permurnian yang dilengkapi dengan fasilitas untuk memisahkan bagian terbesar karbondioksida dari gas alam berdasarkan metoda cryogenik, dan anjungan-anjungan injeksi untuk membuang gas limbah (CO2 ).
Anjungan-anjungan pemurnian merupakan kunci pembangunan Natuna. Anjungan-anjungan besar dan kompleks ini memungkinkan pemisahan bagian terbesar CO2 dari gas yang dihasilkan. Kajian rekayasa menunjukkan bahwa suatu kerangka geladak yang dirancang untuk memproses gas sampai jumlah 1,8 Miliar kaki kubik per hari, yang akan menghasilkan kira-kira 400 juta kaki kubik per hari gas komersial, akan berukuran sekitar lebar 65 meter dan panjang 115 meter dengan bobot lebih dari 43.000 ton. Kerangka geladak pemurnian terdiri dari tiga tingkat di mana peralatan dipasang, dan akan mencapai ketinggian 20 meter, pada tiap geladak dipasang mesin turbin gas dengan jumlah tenaga di atas 400.000 tenaga kuda untuk pemampatan dan pemompaan gas limbah, dan juga untuk pemampatan gas komersial dan pembangkit tenaga listrik. Proses pemisahan gas limbah dengan metoda cryogenic akan memerlukan empat menara pemurnian utama, yang terbesar bergaris tengah 5 meter dengan ketinggian 30 meter.
Geladak-geladak tersebut meskipun dirancang menurut praktek konstruksi serta menggunakan peralatan yang telah dikenal akan merupakan yang terbesar di antara yang pernah dibangun hingga saat ini. Konsep geladak-geladak terpadu akan memungkinkan pembangunan dan penguji-cobaan di daratan sebelum dipasang di lepas pantai. Geladak-geladak itu dirancang supaya dapat dipasang secara menyeluruh sekaligus pada kerangka-kerangka baja untuk mengurangi pekerjaan konstruksi di lepas pantai.